Syarat Sah Nikah Dalam Islam dan Menurut Al-Quran

Advertisement

Syarat Sah Nikah – Menikah merupakan kewajiban semua muslim, baik pria ataupun wanita. Dengan menikah kita akan terhindar dari perzinaan dan bisa mendapatkan keturunan yang nantinya akan mendoakan kita setelah tiada. Rugi rasanya apabila kita menunda-nunda pernikahan di saat kita sudah siap lahir dan batin. Ujung-ujungnya kita hanya mendapatkan dosa, karena pacaran tak jauh dari zina dan kemaksiatan.

Sebelum memutuskan menikah, pastikan kita tau apa saja syarat sah nikah sesuai hukum islam. Semua syarat harus dipenuhi agar pernikahan kita sah secara islam dan secara hukum. Apabila ingin sah secara hukum, sobat harus menikah di KUA (Kantor Urusan Agama). Namun apabila hanya ingin sah secara islam, maka cukup nikah siri. Kami sendiri tak menyarankan menikah secara siri, meski sama-sama sah dimata islam.

Saat ini banyak orang yang memutuskan menikah siri tanpa adanya ikatan hukum. Walaupun sama-sama sama secara agama islam, namun nikah siri hanya akan mempersulit kita saat mengurusi dokumen-dukumen resmi, seperti Kartu Keluarga, KTP, hingga Akta Anak. Apabila ingin nikah siri, kami sarankan agar nantinya kembali menikah di KUA sehingga pernikahan kita tercatat di buku nikah catatan sipil.

Dalam menikah yang paling penting adalah memenuhi semua syarat sah nikah, tak peduli nikah siri ataupun nikah resmi. Nah bagi yang belum tau apa saja syarat sah nikah, silahkan simak informasi playon.co.id yang kami lansir dari buku Untukmu Yang Akan Menikah dan Telah Menikah, karya Fuad Shalih berikut ini.

Syarat Sah Nikah Menurut Agama Islam

Syarat Sah NikahMenikah bukanlah urusan sepele. Dengan menikah, kita harus siap menanggung tanggung jawab sebagai Imam yang bagi baik keluarga. Itu artinya kita harus mencari nafkah dan bertanggung jawab terhadap kerukunan rumah tangga. Belum lama jika punya anak, maka tanggung jawab kita semakin besar karena harus mendidik anak sesuai ajaran islam agar nantinya bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti pada orang tua.

Baca Juga   Biaya Perpanjang SIM 2019 Semua Golongan Terbaru

Kami sendiri meyakini, bahwa pernikahan yang sah secara agama dan hukum akan menghasilkan kehidupan rumah tangga yang harmonis dan sakinah mawaddah warahmah. Oleh karena itulah kita harus tau dengan benar apa saja syarat sah nikah, sehingga nantinya bisa mendapatkan kehidupkan rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah. Nah bagi yang belum tau apa saja syarat sah nihah, silahkan simak berikut ini.

1. Persetujuan Wali Pihak Perempuan

Pasti kalian pernah mendengar kasus kawin lari. Biasanya hal tersebut terjadi karena ada salah satu pihak keluarga yang tidak setuju, terutama wali dari pihak perempuan. Adanya wali memang sangat penting, sesuai Sabda Rasulullah SAW, “Tiada Pernikah, Kecuali Dengan Adanya Wali” (HR. Ahmad dan AL-Hakim). Itu artinya, semua pernikahan menurut ajarang islam harus ada Wali sebagai syarat sah nikah.

Apabila ayah dari pihak perempuan sudah meninggal, maka bisa digantikah oleh kakek, saudara laki-laki, atau paman dari pihak perempuan. Namun apabila perempuan hanya hidup seseorang diri dan tidak memiliki kerapatan satu orang pun, maka bisa menunjuk seorang hakim sebagai wali (wali Hakim).

2. Ijab Kabul

Syarat sah yang kedua adalah Ijab Kabul. Ijab kabul bisa diartikan sebagai ucapan dari wali mempelai wanita untuk menikahkan putrinya kepada calon mempelai pria. Biasanya pihak penghulu akan membimbing wali untuk mengucapkan ijab kabul. Nah sebagai contohnya silahkan simak dibawah ini.

“Saya nikahkan engkau, (Nama Mempelah Pria) bin (Nama Ayah Mempelai Pria) dengan ananda (Nama Calon Mempelai Wanita) binti (Nama Ayah Mempelai Wanita), dengan mas kawin (Jumlah & Jenis Mas Kawin) dibayar tunai atau hutang”

Setelah wali memepelai wanita mengucapkan ijab kabul di atas, maka selanjutnya mempelai pria membalasnya dengan bacaana ijab kabul sebagai berikut

“Saya terima nikah dan kawinnya (Nama Calon Mempelai Wanita) binti (Nama Ayah Mempelai Wanita) dengan mas kawin tersebut dibayar (tunai/ hutang).”

Pengucapan ijab kabul antara wali mempelai wanita dan mempelai pria harus dilakukan dengan lisan dan dapat terdengar oleh oleh masing-masing pihak, baik wali, mempelai maupun saksi. Nah setelah ijab kabul berjalan lancar, kemudian para saksi akan mengatakan bahwa ijab kabul tersebut sah atau tidak. Apabila saksi berkata sah, maka  mempelai pria dan wanita sudah sah menjadi suami istri.Syarat Sah Menikah Menurut Islam

Baca Juga   Kumpulan Niat Sholat Fardhu / Sunnah Berikut Lafal dan Artinya

3. Dua Orang Saksi

Selain syarat sah nikah di atas, setiap pernikahan harus ada dua orang saksi sesuai hadits Imran bin Hushain secara marfu‘: “tidak ada pernikahan kecuali dengan wali dan dua saksi yang adil” (HR. Ibnu Hibban, Al Baihaqi dan dishahihkan oleh Adz Dzahabi). Berdasarkan hadist tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pernikahan hanya bisa dinyatakan sah apabila dihadiri dua orang saksi. Saksi nikah juga harus memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut.

Syarat Saksi Nikah

  1. Saksi harus berakal normal dan sehat rohaninya, karena orang gila tidak sah menjadi saksi nikah
  2. Dua orang saksi harus sudah Baligh (Dewasa)
  3. Berjumlah minimal 2 orang
  4. Saksi harus adil dan dalam keadaan merdeka, karena budak atau hamba sahaya tidak boleh menjadi saksi nikah
  5. Semua saksi harus laki-laki
  6. Beragam islam
  7. Kedua saksi harus bisa melihat dan mendengar

4. Mahar

Syarat sah nikah selanjutnya adalah mahar atau mas kawin. Pasalnya hukum mahar adalah wajib, seperti dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 4:

وَآتُواْ النَّسَاء صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً

Artinya: “Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.”

Sebenarnya, apa sih tujuan dari pemberian mahar? Bisa dikatakan mahar merupakan bukti keseriusan dan keiniatan mempelai pria untuk menikahi mempelai wanita dan menempatkannya pada derajat yang paling mulai. Tidak ada ketentuan mengenai sebesar besar mahar yang harus diberikan, karena disesuaikan dengan kemampuan mempelai pria.

5. Adanya Keridhaan Dari Kedua Mempelai

Untuk menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah harus ada keridhaan antara kedua mempelai. Hal ini sangat penting, karena kehidupan berkeluarga tidak akan berjalan lancar antara suami dan istri tidak sama-sama mencintai. Berkaca akan hal itu, maka jangan paksakan keluarga atau kerabat kita untuk menikahi orang lain tanpa adanya keiklasan hati.

Baca Juga   Cara Melepas Stiker Motor dan Mobil Tanpa Merusak Cat Bawaan

Sering kali pernikahan yang dipaksakan, tanpa keridhaan hati hanya akan berujung pada perceraian. Apabila hal tersebut terjadi, maka korbannya adalah anak. Padahal anak sangat membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya agar bisa mendapatkan pendidikan yang sesuai akidah islam.

6. Tidak Ada Hal Yang Menghalangi Keabsahan Nikah

Ada beberapa hal yang bisa menghalami keabasahan nikah dan di antaranya adalah sebagai berikut :

  1. Kedua mempelai termasuk mahram. Apa itu mahram ? Mahram adalah orang yang haram dinikahi selamanya karena sebab keturunan, seperti adik sekandung atau saudara persusuan, dan ibu kandung
  2. Sang wanita dalam masa iddah
  3. Beda agama, terkecuali mempelai pria beragam islam atau muslimah dan memelapi wanita dari halum kitab maka dibolehkan menikah dengan syarat mempelai wanita merupakan afifah (wanita yang menjaga kehormatannya).

Dengan memenuhi semua syarat sah nikah di atas, maka pernikahan antara mempelai pria dan wanita dapat disahkan sesuai hukum ajaran agama islam. Syarat sah nikah yang kami sampaikan juga berlaku untuk pernikahan secara siri dan resmi di KUA. Nah sekian informasi playon.co.id kali ini, dan jangan lupa simak informasi mengenai “Syarat Nikah Dengan WNA” pada informasi sebelumnya.

4/5 (1 Review)
Advertisement