22 Syarat Membuat BPJS Kesehatan Terbaru 2019

Advertisement

Syarat membuat BPJS 2019 – BPJS kesehatan memberikan pelayanan pada semua masyarakat Indonesia, mulai dari mereka dari mereka yang berada pada ekonomi atas hingga mereka yang berada pada garis kemiskinan. Melalui Badan Usaha Miliki Negara yang telah dioperasikan pada 1 Januari 2014, semua masyarakat dan pemerintah bahu membahu dalam menjamin kesehatan bersama-sama dengan subsidi silang yang bersistem.

Saat ini perserta BPJS kesehatan dikelompokan menjadi 2 kelompok yakni kelompok Penerima Bantua Iuran (PBI) dan kelompok Non PBI. Kedua kelompok ini memang dibedakan atas dasar pembiayaan. Dan kelompok pertama yakni kelompok penerima bantuan iuran (PBI) adalah mereka perserta BPJS kesehatan yang berada dalam kategori atau memiliki kesulitan dalam ekonomi. Dalam kelompok ini pemerintah melalui BPJS kesehatan lansung memberikan kartu anggota dan setiap bulan tidak perlu membayar iuran.

Dalam kelompok ini peserta BPJS kesehatan telah dibiayai dan semua biaya tersebut berasal dari subsidi silang dari peserta-peserta lain dan bantuan pemerintah. Dan untuk kelompok yang kedua dari peserta BPJS kesehatan adalah mereka yang masuk dalam golongan non-PBI. Peserta dalam kategori ini mendaftarkan diri secara kolektif kerluarga atau individu dan setiap bulanya dibebani iuran berdasarkan kelas yang dipilihnya.

Untuk para peserta BPJS kesehatan non-PBI di tawarkan dengan 3 pilihan 3 kelas. Ada kelas pertama, kelas kedua dan yang terakhir kelas 3. Peserta BPJS kesehatan non-PBI ini bisa memiliki kelas berdasarkan kemampuan anda dalam membayar iuran tiap bulanya. Dan untuk kelas yang paling mahal ialah kelas 3 dan kelas yang paling murah adalah kelas 1. Dan bagi anda yang ingin mengetauhi secara detail terkait pendaftaran dan syarat membuat BPJS kesehatan, berikut informasi lengkapnya.

Syarat Membuat BPJS Kesehatan

Syarat membuat BPJS Kesehatan

Syarat Membuat BPJS Kesehatan Mandiri

Bagi calon peserta BPJS kesehatan yang tidak termasuk dalam golongan PBI (Penerima Bantuan Iuran) dan PPU bisa bisa mengurus secara mandiri dikantor cabang diseluruh Indonesia. Sebelum melakukan pendaftaran, calon peserta BPJS harus menyertakan beberapa kelengkapan yang meliputi :

Folmulir Daftar Isian Pserta (DIP) yeng telah disediakan oleh kantor BPJS Kesehatan diseluruh Indonesia.

  1. Foto Copy Kartu Keluarga (KK).
  2. Foto Copy KTP / Paspor masing-masing satu lembar.
  3. Foto Copy buku tabungan dari penanggung iuran yang harus ada pada KK.
  4. Pasfoto berwarna dengan ukuran 3×4 masing-masing satu lembar.

Syarat dan Ketentuan

  1. Pengguna layanan pendaftaran BPJS kesehatan harus memiliki usia yang cukup sacara hukum untuk melaksanakan kewajiban hukum yang mengingat dari setiap kewajiban apapun yang mungkin terjadi akibat pengguna layanan pendaftaran BPJS Kesehatan.
  2. Mengisi dan memberikan data dengan benar dan dapat dipertanggung jawabkan.
  3. Mendaftarjan diri dan semua anggota keluarga yang terdaftar di kartu keluarga menjadi peserta BPJS Kesehatan.
  4. Melaporkan kehilangan atau kerusakan identitas (kartu peserta) peserta yang diterbitkan oleh BPJS Kesehatan.
  5. Menyetujui melakukan pencetakan kartu BPJS elektronik sebagai identitas peserta.
  6. Perubahan susunan anggota keluarga dapat dilakukan dikator cabang BPJS Kesehatan terdekat.
  7. Kunjungi wibsite BPJS kesehatan untuk mendaftar secara online.

Setelah melakukan pendaftaran secara mandiri, seorang calon peserta akan mendapatkan nomor Virtual Account atau VA. Dengan kartu Virtual ini, calon peserta dapat melakukan pembayaran lansung di bank yang bekerja sama dengan BPJS seperti bank BRI, Mandiri dan BNI. Selain tiga bank tersebut calon peserta dapat melakukan pembayaran di gerai minimarket terdekat. Dan bukti pembayaran berupa struk atau resi transfer bisa dibawa langsung kekantor cabang BPJS Kesehatan.

Dan bukti pembayaran dari bank akan di gunakan untuk mencetak kartu JKN. Selain kantor cabang BPJS kesehatan pendaftaran juga bisa dilakukan melalui website BPJS kesehatan dan mencetak e-DI. Nah bagi para pensiunan yang dana pensiunanya tidak dikelola oleh lembaga pemerintah seperti bank yang bekerja sama, pndafataran BPJS kesehatan bisa dilakukan secara kolektif oleh lembaga terkait. Biasanya pihak BPJS telah menyediakan folmulir mutasi atau migrasi dari krtu Askes ke kartu BPJS yang baru.

Syarat Membuat BPJS Kesehatan Bagi Penerima PBI

Untuk masyarakat Indonesia yang tidak mampu atau masuk kedalam golongan fakir miskin bisa menerima kartu BPJS secara gratis. Kartu ini bisa digunakan untuk perawatan di fasilitas ksehatan atau Faskes sesuai dengan lokasi yang dutunjuk. Namun untuk perawatan lebih lanjut mereka membutuhkan rujukan dari dokter atau Faskes yang menanganinya. Dan orang masuk kedalam golongan kurang mampu tidak bisa mendaftar sendiri.

Biasanya pemerintah akan menunjuk Badan Pusat Statistik atau BPS untuk merilis daftar masyarakat kurang mampu. Daftar ini digunakan sebagai acuan untuk pemberian kartu JKN yang biasanya lansung dikirim oleh POS atau dikolektifkan ke Desa atau RT/RW setempat. Apabila data dari BPS tidak mutakhir, dan masih ada warga lepas dari kemiskinan, warga miskin yang belum terdaftar dan warga yang meninggal, pihak desa/kelurahan bisa mengajukan pembaharuan data. Biasanya orang yang tidak mampu mendapatkan jaminan kesehatan daerah atau Jamkesda.

Membuat BPJS kesehatan

Syarat Membuat BPJS Kesehatan Bagi Pekerja Penerima Upah (PPU)

Selanjutnya sebuah perusahaan atau badan usaha dianjurkan untuk mendaftarkan semua karyawannya ke kantor BPJS terdekat dari kantor. Dan maksud dari pendaftaran ini adalah untuk menjaminkan kesehatan para pekerja yang barang kali mengalami gangguan kesehatan atau kecelakaan saat bekerja. Nah berikut adalah beberapa syarat yang harus dilampirkan oleh perusahaan atau badan usaha.

  1. Folmulir Registrasi Badan Usaha/Badan hukum lainya.
  2. Data migrasi karyawan dan anggota keluarga sesuai format yang telah ditentukan oleh BPJS kesehatan.

Dan setelah persyaratan dipenuhi oleh perusahaan/badan usaha, BPJS kesehatan akan mengeluarkan nomor Virtual Account atau VA . Nomor Virtual ini digunakan untuk pembayaran kebank yang melakukan kerja sama dengan BPJS kesehatan seperti BRI, Mandiri dan BNI. Dan setelah pembayaran dilakukan, pihak perusahaan bisa datang kekantor BPJS kesehatan untuk mendapatkan kartu JNK atau mencetak sendiri e-DI secara madiri untuk bisa digunakan oleh semua karyawan.

Syarat Membuat BPJS Kesehatan Untuk Fasilitas Kesehatan

Nah guys tidak hanya calon peserta BPJS saja yang perlu mendaftarkan diri, lembaga yang menyediakan fasilitas kesehatan atau Faskes harus juga melakukannya. Dan berikut beberapa persyaratan yang harus Fskes penuhi sebelum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

1. Klinik Pramata

  1. Punya Surat Izin Operasional.
  2. Punya Surat Izin Praktik.
  3. Punya Surat Izin Apoteker.
  4. Nomor Pokok Wajib Pajak.
  5. Surat perjanjian dengan BPJS Kesehatan tentang aturan yang ada.

2. Pusat Kesehatan Masyarakat

  1. Surat Izin Operasional.
  2. Surat Izin Prkatik
  3. Perjanjian kerja sama dengan jejaring.
  4. Surat pernyataan kesediaan mematuhi ketentuan.

Nah guys itulah beberapa syarat membuat BPJS kesehatan dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku saat ini. Untuk mendaftar BPJS kesehatan kita juga bisa datang langsung ke kantor BPJS kesehatan terdekat atau kita juga bisa mendaftar BPJS kesehatan ini secara online. Demikian informasi dari kami mengenai Syarat Membuat BPJS Kesehatan Terbaru, semoga bermanfaat dan jangan lupa terus baca artike terbaru dari kami mengenai Syarat Membuat NPWP 2019 pada artikel PalyOn.co.id sebelumnya. “Semoga Bermanfaat”.

5/5 (1 Review)
Advertisement